h1

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

11 November 2009

serviks

Cegah Kanker Serviks

Cara terbaik untuk mengendalikan dan merawat kanker adalah dengan melakukan pendeteksian dini. Namun, di banyak tempat, banyak orang yang meninggal karena kanker yang seharusnya dapat dideteksi dini seandainya orang-orang mendapat pemeriksaan medis. Bagi wanita, jenis yang paling umum adalah kanker leher rahim atau kanker serviks dan kanker payudara. Lebih baik agar seseorang pergi ke rumah sakit atau Puskesmas untuk diperiksa apakah menderita kanker. Deteksi dini berarti lebih sedikit nyeri dan trauma, bagi pasien maupun bagi keluarganya. Selain itu, para dokter dapat mengambil langkah-langkah yang tepat waktu.

Salah satu jenis kanker yang paling banyak menelan korban adalah kanker serviks. Kanker ini bahkan menelan korban setidaknya satu wanita setiap jam di Indonesia saja! Benar-benar angka yang membuat rasa takut. Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks terjadi pada area serviks atau leher rahim seorang wanita. Penyebabnya karena infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan bisul pada pria maupun wanita, termasuk bisul pada kelamin. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi HPV yang tidak sembuh-sembuh dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Beberapa cara untuk deteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear dan thin prep. Kedua metode pemeriksaan itu sudah terbukti cukup menekan angka kematian karena kanker serviks. Pemeriksaan pap smear lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas. Metode perkembangan pap smear adalah thin prep yang lebih menjamin keakuratan hasil pengambilan sampel dari daerah serviks sehingga dapat didiagnosa dengan tepat jika terdapat sel atau jaringan yang abnormal. Metode pemeriksaan lainnya adalah Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) yang cukup terjangkau harganya serta metode yang lebih lanjut yaitu kolposkopi.

Semua pemeriksaan tersebut sebaiknya rutin dilakukan setidaknya setahun sekali agar dapat mendeteksi secara dini jika terjadi infeksi HPV. Infeksi HPV pada serviks dapat berkembang menjadi sel pre-kanker yang pada akhirnya jika tidak diatasi bisa menjadi kanker serviks yang mematikan. Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan pap smear atau thin prep atau metode pemeriksaan lainnya untuk organ kewanitaan (pelvis) akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kanker serviks, serta metode pap smear dan thin prep, Anda dapat menemukan informasi yang bagus pada artikel berikut ini:

Anda pun dapat berlangganan informasi gratis pada website Kumpulan.Info. Untuk berlangganan info terbaru, silahkan klik link di bawah ini:

» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.Info

Tinggalkan sebuah Komentar