Tag Archives: gula

Diabetes dan Anda

15 Mei

diabetes

diabetes

“Anda terkena diabetes!” Jika dokter mengatakan demikian, tentu akan sangat menyedihkan. Biasanya ada gejala pendahuluan sebelum Anda didiagnosa menderita diabetes atau penyakit gula. Beberapa gejala umum penderita diabetes antara lain sebagai berikut.

Gejala Diabetes

  • Mudah lesu dan lelah.
  • Sering merasa haus dan ingin minum.
  • Sering merasa lapar.
  • Sering buang air kecil.
  • Suka terjaga pada waktu malam, khususnya untuk buang air kecil.
  • Dalam beberapa kasus penurunan berat badan.
  • Sering mengalami kesemutan pada tangan dan kaki.
  • Luka sulit kering khususnya pada ujung jari tangan dan kaki.

Jika gejala-gejala itu terjadi, maka berhati-hatilah. Kemungkinan Anda terkena diabetes. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena banyak orang yang menderita diabetes. Di Indonesia ada lebih dari 8 juta penderita diabetes (data WHO tahun 2009). Tetapi bukan berarti Anda bisa bebas, karena diabetes jika tidak dikendalikan bisa menimbulkan berbagai komplikasi hingga yang paling parah menyebabkan amputasi bagian tubuh dan kematian.

Akibat Diabetes

Beberapa komplikasi akibat diabetes yang bisa jadi salah satu atau lebih terjadi pada penderita diabetes, antara lain:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Glaukoma yang merupakan gangguan mata hingga bisa menyebabkan kebutaan
  • Penyakit ginjal
  • Infeksi yang sulit sembuh hingga taraf harus diamputasi
  • Ketoasidosis, yaitu saat glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton yang bersifat asam. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni.
  • Hipoglikemia, yaitu tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal

Apakah Anda Diabetes?

Bagaimana cara mengetahui apakah Anda mengidap diabetes atau tidak? Salah satu cara yang paling umum dan paling mudah adalah dengan memeriksa kadar gula dalam darah. Apakah kadar gula tersebut masih dalam ambang normal atau tidak, bisa diketahui dengan memeriksa darah.

Tes darah bisa dilakukan di laboratorium. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.

Cara yang paling mudah, bisa dilakukan secara sendiri di rumah. Untuk melakukannya, Anda perlu membeli glukometer, yaitu alat periksa gula dalam darah. Caranya mudah dan praktis.

Tipe Diabetes

Diabetes terjadi karena tubuh kekurangan insulin untuk mengalirkan gula dalam bentuk glukosa. Glukosa dialirkan ke darah untuk dibakar di sel tubuh menjadi energi. Jika tidak ada insulin, maka glukosa dalam tubuh cukup tinggi. Kekurangan insulin menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi.

Diabetes terdiri atas dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi jika ada gangguan pada fungsi pankreas sehingga tidak mampu menghasilkan insulin untuk mengalirkan glukosa dalam darah yang akan dibakar menjadi energi. Sedangkan diabetes tipe 2 yaitu jika jumlah insulin tidak sebanding dengan glukosa yang berasal dari makanan. Jadi diabetes tipe 2 lebih disebabkan karena pola makan.

Mencegah dan Mengendalikan Diabetes

Setelah mengetahui mengenai diabetes, maka Anda perlu tahu cara mencegah dan mengendalikan diabetes. Jika Anda belum terkena diabetes, sebaiknya Anda mencegah agar tidak terkena diabetes. Jika Anda sudah terkena diabetes, Anda bisa mengendalikan diabetes agar tidak menimbulkan efek atau komplikasi yang merugikan. Informasi selengkapnya dapat Anda baca pada info kesehatan berikut ini:

Anda pun dapat berlangganan informasi gratis pada website Kumpulan.Info. Untuk berlangganan info terbaru, silahkan klik link di bawah ini:

» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.Info

Iklan

Obat Tradisional serta Manfaat dan Risiko Pengobatan Alternatif

3 Okt

Obat Tradisional

Obat Tradisional

Saat ini banyak sekali metode pengobatan yang umumnya tidak diakui oleh para praktisi pengobatan konvensional atau penggunaan obat farmasi modern. Ini biasanya dikenal sebagai pengobatan tradisional dan pengobatan alternatif. Biasanya akan menggunakan obat tradisional untuk mengatasi berbagai problem kesehatan.

Di negara-negara berkembang, sebagian besar masyarakat mengandalkan pengobatan tradisional untuk kebutuhan kesehatan mereka. Di daerah-daerah miskin, banyak orang tidak punya cukup uang untuk membayar perawatan medis konvensional, sedangkan yang lain memang lebih menyukai metode tradisional.

Beberapa obat tradisional telah diselidiki secara ilmiah dan terbukti bermanfaat untuk gangguan kesehatan tertentu. Tetapi, keefektifan metode-metode tertentu belum diuji secara memadai. Meningkatnya popularitas berbagai jenis pengobatan alternatif seperti obat tradisional telah menimbulkan beberapa masalah mengenai aman atau tidaknya pengobatan tersebut. Risiko obat-obatan tersebut tetap ada.

Di beberapa negara, terapi pengobatan demikian tidak diatur oleh undang-undang. Hal ini menciptakan lahan subur untuk upaya berbahaya mengobati diri sendiri, obat palsu, dan tabib gadungan. Walaupun berniat baik, sahabat dan kerabat yang tidak cukup terlatih sering menjadikan dirinya praktisi medis. Ini semua bisa mengakibatkan reaksi yang merugikan dan bahaya kesehatan lainnya.

Sekalipun herba atau obat tradisional mungkin secara luas dianggap aman dan tidak berisiko, disarankan untuk tetap waspada. Jangan sampai hanya karena suatu produk berlabelkan “natural” atau “alami” maka Anda langsung menganggap bahwa produk tersebut aman dikonsumsi. Fakta yang tidak menyenangkan ialah bahwa beberapa herba bahkan bisa sangat berbahaya. Dan ironisnya beberapa orang tidak memandang herba atau obat tradisional sebagaimana mestinya. Senyawa kimia dalam obat tradisional atau herba dapat mengubah detak jantung, tekanan darah, dan kadar glukosa. Maka, orang yang memiliki problem jantung, hipertensi, atau kelainan gula darah seperti diabetes sebaiknya sangat waspada.

Obat Tradisional

Beberapa obat tradisional terbukti berkhasiat atau mujarab untuk mengatasi beberapa penyakit. Secara umum, beberapa informasi mengenai obat tradisional berikut ini telah dikenal baik secara turun temurun oleh beberapa generasi untuk mengatasi berbagai problem penyakit. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

Batuk

  • Resep: Air jeruk nipis dicampur dengan madu.
  • Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C yang dapat memperbaiki ketahanan tubuh untuk melawan flu. Juga berfungsi sebagai antiseptik yang mampu membuang racun dalam tubuh.Madu yang juga berfungsi sebagai antiseptik dan mampu menambah tenaga untuk mengalahkan penyakit.

Sakit Kepala

  • Resep: Minum rebusan air dari jahe, sereh dan ketumbar.
  • Fakta: Jahe, sereh dan ketumbar mengandung minyak atsiri yang akan memperlancar peredaran darah juga berfungsi sebagai analgetik untuk mengurangi sakit di kepala.

Kolesterol dan Diabetes

  • Resep: Rebus daun salam bersama laos lalu minum air rebusan tersebut.
  • Fakta: Daun salam mengandung flavonoid dan tanin sebagai zat yang mampu menurunkankan kolesterol. Dapat pula menurunkan kadar gula dalam darah.Laos mengandung minyak atsiri untuk membantu memperlancar sirkulasi darah dan proses pengeluaran sisa metabolisme termasuk kolesterol yang berlebih.

Hipertensi

  • Resep: Konsumsi daun seledri secara teratur.
  • Fakta: Seledri mengandung phthalide yang mampu untuk mengendurkan otot arteri sehingga menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi dan juga mengurangi produksi hormon stres.

Untuk mengetahui risiko obat tradisional serta resep pengobatan tradisional lainnya yang cukup ampuh, Anda dapat mengunjungi menyimak artikel kesehatan pada tautan berikut ini:

Anda pun dapat berlangganan informasi gratis pada website Kumpulan.Info. Untuk berlangganan info terbaru, silahkan klik link di bawah ini:

» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.Info

Makan Gula, Apakah Berbahaya?

20 Mei

gula

gula

Apakah Anda suka dengan makanan yang manis dan mengandung banyak gula? Makanan ataupun cemilan seperti ini memang rasanya nikmat. Namun, apakah mengkonsumsi gula terlalu banyak itu berbahaya?

Gula bisa diperoleh dari nasi, roti, kentang, dan mie. Gula juga terdapat pada buah seperti pisang, semangka atau melon. Gula yang berasal dari makanan ini termasuk dalam karbohidrat kompleks. Sedangkan gula yang terdapat dalam gula pasir, sirop dan sejenisnya termasuk dalam kelompok karbohirat sederhana.

Apa jadinya jika tubuh kekurangan gula? Orang yang kekurangan gula akan terlihat kurus, lemas akibat kekurangan energi, kekurangan gizi sehingga mudah sakit. Bagaimana dengan sebaliknya? Jika tubuh kelebihan gula, apa akibatnya? Kelebihan gula juga dapat mengakibatkan naiknya berat badan bahkan obesitas yang dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes. Efek lainnya adalah mudah lelah, sering mengantuk dan sulit berkonsentrasi.

Karena gula terdapat pada hampir semua jenis makanan, maka tidaklah mungkin untuk menghindari gula sama sekali. Cara terbaik adalah dengan mengendalikan konsumsi gula dalam tubuh Anda. Mengkonsumsi gula secara seimbang berarti Anda harus mengatur agar karbohidrat yang masuk dalam tubuh seimbang dengan energi yang dikeluarkan. Energi yang dikeluarkan orang tidak sama, karena bergantung pada usia, barat badan dan aktivitas yang dilakukan. Bagaimana cara konsumsi gula secara seimbang? Anda dapat melihat penjelasannya pada artikel kesehatan berikut ini:

Anda pun dapat berlangganan informasi gratis pada website Kumpulan.Info. Untuk berlangganan info terbaru, silahkan klik link di bawah ini:

» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.Info

Manfaat Berkebun

20 Mei

berkebun

berkebun

Kegiatan berkebun merupakan salah satu hobi yang banyak manfaatnya. Kegiatan yang bisa dilakukan pada akhir pekan atau akhir hari ini memiliki banyak manfaat termasuk untuk kesehatan. Apa saja manfaat berkebun?

Setiap kali melakukan kegiatan berkebun, Anda seperti telah melakukan olahraga yang setara dengan melakukan jogging atau berlari selama 30 menit atau berlari dengan jarak 2,5 km. Oleh karena itu, berkebun baik atau memiliki dampak positif untuk kesehatan tubuh Anda. Kegiatan seperti memotong rumput, memangkas tanaman, merapikan pot, menanam bunga dan tanaman, memberi pupuk serta menyiram tanaman akan membakar kalori yang cukup banyak. Selain itu, kegiatan berkebun juga bermanfaat untuk kesehatan pria, khususnya dalam urusan seks. Berkebun bisa mengatasi masalah impotensi atau disfungsi ereksi bagi pria. Dengan berkebun untuk pria, akan menurunkan risiko impotensi.

Manfaat lain kegiatan berkebun yaitu menghindari penyakit. Dengan berkebun membuat kondisi psikologi menjadi lebih baik dan menurunkan tingkat stres seseorang. Kegiatan berkebun juga bisa menurunkan tekanan darah seseorang sehingga terhindar dari hipertensi. Manfaat lain dari berkebun yaitu bisa membantu penderita diabetes. Karena banyaknya kalori yang terbakar saat berkebun, akan berpengaruh langsung terhadap kadar gula dalam tubuh.

Sebenarnya kegiatan berkebun memiliki banyak manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan, tahukah Anda bahwa kegiatan berkebun akan membakar kalori atau energi yang setara dengan kegiatan seks selama 3 jam! Lalu tahukah Anda bahwa berkebun mampu memperpanjang umur seseorang? Anda dapat memperoleh penjelasan selengkapnya pada artikel berikut ini:

Anda pun dapat berlangganan informasi gratis pada website Kumpulan.Info. Untuk berlangganan info terbaru, silahkan klik link di bawah ini:

» Berlangganan Info Terbaru Gratis di Kumpulan.Info

%d blogger menyukai ini: